Persatuan Ibu-Ibu Habis Menyusui Ikut Ketiduran (Cerita tentang WWL Si Kembar)

Persatuan Ibu-Ibu Habis Menyusui Ikut Ketiduran disingkat PIIHMIK.


Lucu ya nama persatuannya. Percaya deh kalo persatuan ini benar-benar ada, anggotanya pasti berjibun. Tapi kalau boleh saran, ibu-ibu yg bayinya masih newborn, yang belum bisa bergerak banyak, jangan sekali-sekali ikut persatuan ini. Pernah, tetangga belakang uwa saya mengalami kejadian menyedihkan karena menyusui bayinya yang baru lahir. As we know, masa2 seperti itu adalah masa ketika ASI lagi banyak-banyaknya, kalau sudah dapat LDR #letdownreflex bisa-bisa ASI kayak air mancur. Nah, si ibu ketiduran sementara si bayi sudah nggak kuat lagi menampung ASI yang mengalir deras dan akhirnya menutupi saluran pernafasannya. Naudzubillah, semoga Allah SWT selalu melindungi para busui dan bayinya….

Saya sendiri sudah pensiun dari persatuan ini karena #sikembar sudah disapih beberapa waktu lalu. Tadinya, belum mau menyapih mereka sebelum pas 2 tahun atau selama mereka menginginkan tapi ya nggak semua yang kita rencanakan bisa sesuai dengan keinginan kita kan?
Continue reading

Advertisements

Sedikit Berbagi: Numpang Nampang di Majalah Al Haromain

PROLOG: 

Di sebuah minimarket setelah saya membeli minyak goreng, “Rp. 300, 00 mau disumbangkan atau diambil kembalian saja?”

“Kembalian aja, Mbak,” jawab saya cuek walaupun melihat wajah sinis beberapa pengantri di belakang.

Ah, biar saja saya dibilang pelit atau apapun.

*****

Bagi saya yang sedang belajar menulis, mengirimkan tulisan saya yang masih perlu polesan sana-sini ke media memerlukan keberanian yang cukup besar. Ketika beberapa di antaranya berhasil menembus koran dan majalah, meskipun masih dalam skala lokal, tentu saja saya sangat bahagia dan bangga. Namun, yang lebih membahagiakan dari itu adalah adanya kemungkinan bahwa tulisan saya dibaca banyak orang.

Continue reading

Catatan 1 April: Pre-Eklampsia Membawa Mereka Pergi

 

Jika sebagian orang merayakan tanggal 1 April dengan “mengibuli” orang lain dalam sebuah perayaan April Mop, aku dan suami selalu mengawali pagi di awal April dengan sebuah renungan dan doa agar kami diberikan kesabaran dan keimanan yang tak terbatas…

1 April 2012, kami menyaksikan kepergian seseorang yang seharusnya mengantar kami berdua menuju tempat peristirahatan kami yang terakhir.

Continue reading

Rajungan Rhemason

Ini bukan makanan dari dapurku. Aku dan suami mencicipi makanan ini di daerah Manunggal.

Makanan ini merupakan salah satu makanan khas kota Tuban, satu kota di pinggiran pantai utara, tempat aku tinggal setahun belakangan.

Rajungan, lebih kecil jika dibandingkan dengan kepiting, diberi kuah yang pedasnya membuatku pengen teriak “ebusseeeeettttt”. Itulah kenapa makanan ini disebut Rajungan Rhemason, terinspirasi dari merk balsem yang sebenarnya nggak terlalu panas. Mungkin akan jauh lebih tepat jika nama makanan ini adalah Rajungan Balpirik Merah kali ya…..

Continue reading

Dimsum Sederhana aka Siomay Lengkap

Berawal dari suatu sore ketika aku dan suami berjalan-jalan sore (sebenarnya naik motor sih) mengelilingi kota Tuban. Di dekat Samudera, supermarket paling hits se-Tuban, kami melihat ada sebuah warung dimsum yang sepertinya belum terlalu lama buka.

Kami pun masuk dan melihat-lihat menu yang ditawarkan. Begitu mengetahui bahwa satu porsi dimsum berisi tiga buah dimsum yang ukurannya seuprit (uprit itu segede apa ya?) dan harganya 10 rebu perak, sebagai emak rempong bin pelit, pengen deh aku langsung angkat kaki dari warung itu. Tapi, demi menjalankan tugas mulia menjaga kehormatan suami, kami tetap bertahan di tempat itu, dan memesan tiga porsi dimsum (means we had to pay 30 rebu).

Continue reading

Book Review “Trilogi Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, & Rantau 1 Muara”

Image

Well it’s almost a year I don’t write in this blog. Actually, I have so many stories to share, tapi entah kenapa selalu saja ada halangan ketika ingin menuliskannya. halangan terbesarnya adalah rasa malas 🙂 

Untuk sedikit demi sedikit membunuh rasa malas itu, aku memutuskan untuk mulai menulis lagi.

Untuk memulainya, I wrote this review. This is my first book review I wrote in my blog. Dan, namanya juga baru pertama bikin review, this review is sooooooo far from perfect. Nggak papa, namanya juga belajar…..

Sebenarnya, aku terbilang terlambat membaca dan membuat review trilogi ini, karena novel ini sudah terbit dari beberapa tahun yang lalu. 

******************

Dalam novel pertama “Negeri 5 Menara”, dikisahkan Alif, seorang pemuda dari Maninjau, “dipaksa” kedua orangtuanya untuk melanjutkan pendidikan di sebuah pesantren

Continue reading

Family Gathering di Malang

Tanggal 29 dan 30 Juni kemarin, tempat suamiku bekerja mengadakan family gathering di Malang. Nggak ada acara yang neko-neko sebenarnya, yang diutamakan adalah kebersamaan antar keluarga, dan juga perkenalan dengan keluarga-keluarga yang lain.

Diantara banyak keluarga lain yang tentengannya banyak, karena sudah memiliki buntut minimal 1, aku dan suami yang paling ringkes, karena cuma membawa satu tas ransel yang berisi pakaian. Jadi berasa masih pacaran…… Continue reading